Wartawan di Kaur ‘Diserang’ Tiba-tiba Oleh Oknum Perangkat Desa Hingga Terjengkang

KAUR BENGKULU | Globalsumatra.co – Tindakan kekerasan terhadap wartawan terjadi di Kantor Desa Selika III Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Senin (21/07/2025). Korban Ujang Rahi, Wartawan media online Tintabangsa.com, diserang tiba-tiba, saat berbincang dengan Kepala Desa, hingga ia terjengkang ke tanah.
Kejadian ini berawal ketika Ujang Rahi datang menemui Kepala Desa Selika III, Kecamatan Tanjung Kemuning, untuk peliputan kegiatan dan melanjutkan negosiasi kerja sama Publikasi, pada saat itu pihak Inspektorat Kaur akan datang untuk melaksanakan pemeriksaan hasil kegiatan pembangunan desa tersebut, sekitar Pukul 13.30 Wib.
Di dalam ruang kantor, Ujang Rahi tidak langsung bertemu Kepala Desa Selika III. Seorang staf mengatakan sang Kades belum ada di tempat, hanya ada beberapa perangkat desa saja. Di saat itu Ujang Rahi berbincang dengan sejumlah perangkat yang ada, untuk bertanya tentang kegiatan pembangunan tahap satu tahun 2025 maupun realisasi pembangunan tahun 2024 yang lalu.
Perangkat desa Selika III telah menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan Ujang Rahi, salah satunya tentang kegiatan serapan Dana Desa (DD) baik tahun 2024 maupun tahap pertama 2025 .
Di saat perbincangan dengan perangkat desa berlangsung, Kepala Desa Selika III, keluar dari ruangannya menuju ke teras untuk menunggu kedatangan rombongan tamu dari inspiktorat Kabupaten Kaur, setelah di teras tersebut Ujang Rahi mencoba menghampirinya dan berjabat tangan, dan sedikit berbincang untuk bertanya masalah kerja sama publikasi tentang kegiatan di desa ini.
Kepala desa Selika III, mengambil uang Rp, 50,000,00 (lima puluh ribu rupiah) dari saku celananya yang mungkin bermaksud untuk diberikan kepada Ujang Rahi. Akan tetap ujang mencoba menolak secara halus, sambil berkata: biarlah dulu kalau bisa minta kerja sama publikasi kegiatan saja.
Di saat perbincangan dengan kepala desa itu, tiba-tiba Ujang Rahi didorong oleh salah seorang perangkat desa yang belum kenal namanya, sampai tersungkur di lantai. Tanpa niat membela diri, Ujang Rahi sempat bertanya apa ada yang salah pada dirinya, sehingga didorong begitu keras hingga tersungkur. Namun ia tidak mendapatkan jawaban apa-apa.
Akibat perlakuan perangkat desa Selika III yang sangat tidak pantas tersebut. Ujang Rahi selaku jurnalis, memilih melaporkan kejadian ini ke Polres Kaur, Polda Bengkulu ditemani oleh Apen Rosali selaku ketua Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI).
”Kami berharap laporan ini harus cepat diproses untuk memberi efek jera kepada oknum perangkat desa yang lain,” tutur Apen yang ikut malporkan kobran pengancaman dan kekerasan terhadap wartawan tersebut. (*)
Reporter: Abun HR
