SKK Migas dan Media Gelar Silaturahmi Ramadhan, Perkuat Sinergi Informasi Hulu Migas

PALEMBANG | Globalsumatera.co — SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Sumatera Selatan, kembali menggelar pertemuan dengan Forum Jurnalis Migas (FJM). Selain memperkuat kebersamaan dalam mengisi bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, silaturahmi ini bertujuan menguatkan keterbukaan komunikasi antara industri hulu Migas dan insan pers.
Kegiatan yang berlangsung di Aryaduta Palembang, Senin (02/03/2026), tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antara insan hulu migas dan media di Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Ketua FJM, Oktaf Riyadi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada SKK Migas dan KKKS Wilayah Sumsel atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi dan keterbukaan informasi antara industri hulu migas dan insan pers.
“Kami mengucapkan terima kasih atas undangan dan kebersamaan yang terus terjalin. Semoga sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan rekan-rekan media di Sumatera Selatan semakin solid dan profesional dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” ujar Oktaf.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas Wilayah Sumsel, Syafe’i, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat silaturahmi dan sinergi dengan media.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. Dukungan rekan-rekan media sangat penting agar kegiatan hulu migas dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan kolaborasi, koordinasi, dan sinergi dalam penyampaian informasi diharapkan semakin kuat, terlebih dengan adanya target peningkatan produksi migas nasional. Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama mendukung visi pembangunan nasional dan mewujudkan swasembada energi.
Terkait implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2023, Syafe’i menjelaskan bahwa untuk wilayah Sumatera Selatan saat ini masih dalam tahap pematangan berbagai aspek teknis. Sementara itu, pelaksanaannya baru berjalan di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Ia mengakui, dalam regulasi tersebut masih terdapat ketentuan yang tidak memperbolehkan pengeboran sumur baru. Namun di lapangan, masih ditemukan aktivitas yang belum sepenuhnya sesuai dengan aturan. Karena itu, diperlukan pengawasan dan persiapan yang matang, terutama karena sebagian sumur merupakan sumur masyarakat yang membutuhkan banyak penyesuaian.
“Harapan kami, pada 2026 implementasi dapat berjalan optimal, lingkungan tetap terjaga, dan perekonomian masyarakat meningkat,” Tutup nya .
Di akhir kegiatan, SKK Migas dan KKKS Wilayah Sumsel kembali menegaskan pentingnya dukungan media dalam mengawal berbagai program hulu migas yang akan banyak dilaksanakan pada 2026. Sinergi seluruh pihak dinilai krusial demi kepentingan negara dan masyarakat, khususnya dalam mewujudkan kemandirian serta swasembada energi nasional. (rus)
