April 5, 2026

Gubernur Herman Deru Pimpin Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Idulfitri 1447 H

** Pastikan Mudik Aman dan Pelayanan Maksimal bagi Pemudik

PALEMBANG | Globalsmatera.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelayanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dengan tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” di Griya Agung, Palembang, Kamis (12/3/2026).

Rapat tersebut membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, mulai dari kesiapan jalur mudik, sarana transportasi, hingga pengamanan lintas sektor guna memastikan perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Dalam arahannya, Herman Deru menyampaikan bahwa rakor ini digelar setelah pelaksanaan Apel Operasi Ketupat sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi.

“Kita berkumpul setelah apel Operasi Ketupat dilanjutkan dengan rapat koordinasi. Berbicara lintas sektoral tidak boleh ada yang terlewat, mulai dari keamanan hingga kenyamanan pemudik sampai ke tujuan,” kata Herman Deru.

Ia menegaskan bahwa kesiapan pengamanan Lebaran tidak hanya berkaitan dengan arus lalu lintas, tetapi juga mencakup berbagai aspek pelayanan lainnya bagi masyarakat.

“Yang terpenting adalah kesiapan arus laut, darat, dan udara. Oleh karena itu, saya harapkan semua pihak terbuka memberikan saran dan masukan terkait kesiapan ini,” ujarnya.

Menurut Herman Deru, pengamanan selama masa Lebaran hingga pasca-Lebaran harus dilihat secara komprehensif agar seluruh potensi kerawanan dapat diantisipasi dengan baik.

“Berbicara pengamanan Lebaran dan pasca-Lebaran tidak hanya soal arus lalu lintas, tetapi juga aspek pelayanan lainnya kepada masyarakat,” tegasnya.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa kesiapan Operasi Ketupat tidak hanya berkaitan dengan keselamatan lalu lintas, tetapi juga merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

“Kesiapan Operasi Ketupat dalam rangka Idulfitri bukan hanya mengacu pada keselamatan lalu lintas, tetapi juga bagian dari pelayanan kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah puasa, merayakan Lebaran, dan pulang ke kampung halaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pelayanan yang diberikan harus mencakup seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Pelayanan ini meliputi semua aspek dan diberikan kepada seluruh masyarakat, tidak hanya umat Muslim tetapi juga masyarakat non-Muslim,” katanya.

Kapolda menambahkan bahwa pihaknya bersama Gubernur Sumsel telah melakukan pengecekan terhadap jalur tol di wilayah Musi Banyuasin guna memastikan kesiapan pelayanan bagi para pemudik.

“Kami bersama Gubernur telah meninjau Tol Kayuagung–Palembang–Betung untuk memastikan layanan bagi masyarakat yang melintas, baik melalui jalur tol maupun jalur arteri,” ungkapnya.

Menurutnya, jalur tol menjadi alternatif penting bagi pemudik untuk mempercepat waktu tempuh perjalanan.

“Jalur tol tidak bisa diabaikan karena menjadi alternatif bagi pemudik untuk mempercepat perjalanan mudik,” jelasnya.

Dalam pemaparan pada rapat tersebut juga disampaikan hasil survei jalur mudik yang menjadi perhatian selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

Terdapat tiga jalur lintas provinsi yang menjadi perhatian utama, yaitu:

Lintas Tengah

Martapura – Muratara (455 km)
Palembang – Martapura (208 km)
Palembang – Muara Enim (180 km)
Palembang – Lubuklinggau (385 km)

Lintas Timur

Palembang – Banyuasin
Muba – Musi Rawas – Lubuklinggau (316 km)

Lintas Arteri
Palembang – Jambi (284 km)

Selain jalur lintas provinsi, jalur tol juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus mudik, di antaranya:

1. Tol Palembang – Indralaya (Palindra) sepanjang 21,93 km dengan beberapa titik rawan kecelakaan.

2. Tol Kayuagung – Palembang (Kapal) sepanjang 42,5 km dengan satu titik rawan kecelakaan dan beberapa titik rawan kemacetan.

3. Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayuagung (TBPPKA) sepanjang 189 km dengan sejumlah titik rawan kecelakaan dan ruas jalan yang perlu perhatian.

4. Tol Indralaya – Prabumulih (Indrapra) sepanjang 63,5 km dengan titik rawan kemacetan di Gerbang Tol Prabumulih.

5. Tol Betung – Tempino – Jambi (Betajam) sepanjang 34 km dengan titik rawan kecelakaan di KM 14.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan gangguan lalu lintas, kepolisian menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain edukasi budaya tertib berlalu lintas, penempatan personel di titik rawan kemacetan, pengaturan rekayasa lalu lintas, serta pembentukan tim kontingensi untuk menghadapi kondisi darurat.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan kesiapan Posko Angkutan Lebaran 2026 oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan paparan tersebut, arus mudik diperkirakan mulai meningkat pada 13–16 Maret 2026, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 Maret 2026.

Sementara itu, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 19–20 Maret 2026. Setelah itu, arus balik diperkirakan mulai meningkat beberapa hari setelah Lebaran dengan puncaknya pada 28–29 Maret 2026.

Posko angkutan Lebaran ini disiapkan untuk memantau pergerakan transportasi sekaligus memastikan pelayanan transportasi berjalan lancar selama masa mudik dan arus balik. (adv/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *