BPKAD Empat Lawang Perkuat Tata Kelola Aset Daerah

** Sat Set Tata Aset Jadi Komitmen Penertiban BMD
EMPAT LAWANG | Globalsumatera.co – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus memperkuat tata kelola aset daerah sebagai bagian dari agenda strategis penataan keuangan daerah. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan penilaian Barang Milik Daerah (BMD) dengan kondisi rusak berat, bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen “Sat Set Tata Aset”, jargon Bidang Aset BPKAD Kabupaten Empat Lawang yang menegaskan gerak cepat, tertib, dan terukur dalam penataan serta penertiban aset daerah.
Kepala BPKAD Kabupaten Empat Lawang, Iwan Mike Wijaya, melalui Kepala Bidang Aset, Aldiwan, menyampaikan bahwa penilaian BMD dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap aset daerah dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas.
Menurut Aldiwan, penilaian difokuskan pada aset-aset daerah yang telah mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak digunakan dalam menunjang operasional pemerintahan maupun pelayanan publik. Aset-aset tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pemindahtanganan yang sah dan transparan, salah satunya melalui lelang nasional.
“Melalui penilaian oleh KPKNL, pemerintah daerah memperoleh nilai wajar aset sebagai dasar hukum dan teknis pelaksanaan lelang. Ini bagian dari upaya menertibkan administrasi aset sekaligus memastikan tidak ada aset daerah yang dibiarkan tanpa kepastian status,” tegas Aldiwan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penataan aset bukan semata kegiatan administratif, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam mendukung efisiensi pengelolaan keuangan daerah serta peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
“Sat Set Tata Aset bukan sekadar slogan, tetapi komitmen kerja Bidang Aset BPKAD Empat Lawang untuk bergerak cepat, tepat, dan bertanggung jawab dalam menata aset daerah. Kami ingin pengelolaan BMD menjadi kebanggaan, karena tertib, transparan, dan berorientasi pada hasil,” pungkasnya. (IQ)
